Tampilkan postingan dengan label Freezone. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Freezone. Tampilkan semua postingan

Dongeng

|| || ,,, || Leave a komentar

Ini cerita masa lalu, di sautu tempat hiduplah seorang lelaki yang sibuk membangun masa depan yang elok untuk keluarganya kelak. Panggil saja lelaki ini Fulan. Tiada hari tanpa berusaha sepenuh hatinya memperbaiki diri dan berharap dipertemukan dengan pasangan yang baik, wanita yang sejalan dalam sikap dan tiap tutur katanya. Wanita yang melembutkan suaranya dihadapan suaminya, takdim terhadap perintah baik pasangannya dan mau membaik bersama hingga kematian memisahkan.

Cuaca saat itu cerah, tidak seperti biasa daerah dengan curah hujan tinggi, matahari begitu teriknya. Melangkah gontai fulan menyusuri tiap sudut perjalanan kehidupanya. Terkadang sejenak ia menepikan dirinya dari hiruk pikuk fatamorgananya kehidupan era modern saat itu. Sesekali mengadu, kepada empunya hidup. Mengutaran maksud baiknya agar dipertemukan dengan seseorang yang paham kondisi dan dapat menjawab tiap problem yang ia temui.

Suatu ketika dalam perjalanya ia dipertemukan dengan seorang kakek tua. Kakek tua bijaksana yang sangat paham tentang keluh kesah Fulan. Doanya terkabul, mungkin saja orang ini diutus olehNya untuk mengurai segala gundah dihatinya.

Masalah apa yang kamu hadapi “nang”, wajahmu begitu kusut seperti belum disetrika saja? “tanya kakek tua dengan nada menyindir”. Tersenyum saja fulan mendengar pertanyaan kakek tua tadi. Sepertinya ada masalah rumit yang ingin engkau perjelas, “katanya kembali”. Dalam fikirnya  masih ragu untuk menanyakan keluh kesahnya kepadanya. Maksud hati ingin menyelesaikan keruetan yang ada dibenak, nanti malah hanya buang cerita percuma, “bisik fulan dalam hati. “Ngene nang wong sing apik kui sejalan karo omangane ora ceplas ceplos tanpo tedeng aling aling ngomong tanpo dipikir. Pepatah jowo ngomong jatining diri gumantung ono ing lathi”. (Begini nang orang yang baik itu sejalan dengan apa yang ia ucapkan tidak ceplas ceplos tanpa batasan berbicara tanpa dipikir. Pepatah jawa mengatakan isinya diri bisa dilihat dari apa yang ia ucapkan). Fulan terkejut, ternyata kakek tua itu tau apa yang ada di pikirannya saat itu.

Beberapa hari yang lalu sebelum pertemuan dengan kakek tua ini banyak orang menjelaskan padanya bahwa kita tidak bisa menilai seseorang hanya dengan apa yang diucapkannya tapi juga harus melihat dari perilaku kehidupan untuk dirinya sendiri maupun orang lain. Ia masih ragu, tidak bisa dipungkiri bahwa itu juga benar adanya. Namun, apa daya yang berkata seperti itu juga bukan manusia sempurna. Terkadang kita sendiri begitu terobsesi bahwa apa yang kita yakini adalah benar dan menutup kemungkian lain untuk pencerahan, menemukan hal yang benar benar benar.

Ngalim, sok agamis, sok mengerti agama lalu melakukan perbuatan buruk itu wajar nang. Dia bukan alim, agamis dan mengerti agama mulane dadi koyo mangkono. Uwong sik alim (akeh ilmune), agamis lan ngerti tentang agomo iki mesti dalanne lurus. Sanajan kepleset iku manusiawi, wanito kui cobaan paling abot kanggo wong lanang seko jamanne nabi tekan sak iki. Mulane bentengi awakmu karo se jenenge fitnah wong wadon. (ngalim, sok agamis, sok mengerti agama lalu melakukan perbuatan buruk itu wajar nang. Dia bukan alim, agamis dan mengerti agama karena itu jadi seperti itu. Orang yang alim, agamis dan mengerti agama itu pasti jalannya lurus. Meskipun terpeleset itu manusiawi, wanita itu cobaan terberat untuk lelaki dari jaman nabi hingga sekarang. Karena itu bentengi dirimu dari yang namanya fitnah wanita). Wanita cerdas itu yang berperilaku dan bertutur kata yang baik. Karena itu ia tahu mana yang terbaik untuk dirinya dan orang lain. Jadi jika perilaku dan tutur katanya jelek, berarti ora cerdas. Yang lemah mata dan hatinya itu yang tutur kata dan perilakunya jelek. Karena apa? Dia bisa menilai orang lain, tapi tidak bisa menilai diri sendiri. Pesenku karo wong sing mengkono iku, perlu tak silihi koco? Dengan takdim fulan mendengarkan tiap detil apa yang disampaikan kakek tua ini. Seperti dukun saja kakek ini, belum sempat aku bertanya sudah menjelaskan panjang lebar apa yang ingin aku tanyakan,” bisik fulan dalam hati.

Tak terasa waktu itu telah berlalu begitu cepat, burung kembali kesarang. Langit kuning keemasan menggantung diufuk barat. Suasana indah menutup segala kegudahan yang ia rasakan saat itu. Semua tanya terjawab sudah. Dengan santun fulan mengucapkan banyak-banyak terimakasih, menatap detil lekuk garis wajah yang ada di hadapannya dan berpamit untuk melanjutkan perjalanannya.

Sekian.

NB: Nang adalah kata ganti yang biasa diucapkan untuk menyebut anak laki-laki dalam bahasa jawa.

Kenapa aku pemilih teman?

|| || || Leave a komentar
Kenapa aku pemilih teman? Jawabannya seperti ini. Pemilih maksudnya adalah senang memilah orang yang dapat dijadikan teman. Ya, tidak sedikit teman saya yang mengkritik sikap saya dalam memilih kawan “jangan pilih2 teman” maaf ini tidak berlaku buat saya. Dari dulu hingga sekarang ini masih berlaku “kawan itu perlu dipilih”. Sikap ini tidak juga serta merta karena ego, tapi karena tuntunan. Sabda Rasulullah telah menjelaskan yang artinya seperti berikut:

“Seseorang itu akan mengikuti agama temannya, karenanya hendaklah salah seorang diantara kalian mencermati kepada siapa ia berteman.” [Hadits hasan, riwayat Tirmidzi (no. 2387), Ahmad (no. 8212), dan Abu Dawud (no. 4833), Berkata Abu Isa: Hadits ini hasan gharib]

Dan satu lagi Sabda Beliau yang masih saya ingat, ya meskipun samar begini lengkapnya:

“Sesungguhnya perumpamaan teman yang baik (shalih/shalihah) dan teman yang jahat adalah seperti pembawa minyak wangi dan peniup api pandai besi. Pembawa minyak wangi mungkin akan mencipratkan minyak wanginya itu atau engkau menibeli darinya atau engkau hanya akan mencium aroma harumnya itu. Sedangkan peniup api tukang besi mungkin akan membakar bajumu atau engkau akan mencium darinya bau yang tidak sedap”. (Riwayat Bukhari, kitab Buyuu’, Fathul Bari 4/323 dan Muslim kitab Albir 4/2026)
Hadist diatas pertama aku membacanya dalam sebuah buku kecil kepunyaan kakakku kala itu saya masih seumuran SMA. Dan sampai sekarang masih saya terapkan betul-betul. “kita hidup bukan cuma mencari kesenangan, setidaknya kita temukan kesenangan(pahala) lain dalam mencari bahagia”. Islam memandang persahabatan sebagai nilai yang agung dan menentukan dalam nasib dan kehidupan seseorang. Luar biasa dampaknya jika kita asal-asalan memilih teman/sahabat.

“Sahabat yang baik lebih baik dari kesendirian dan kesendirian lebih baik dari sahabat yang buruk.”

Lalu kenapa kita harus pilih-pilih, pakar spikologi telah berkayakinan bahwa kawan dan sahabat di masa muda punya pengaruh besar dibanding sahabat yang dimiliki orang pada periode usia yg lain. Sebab sahabat di masa muda punya peran besar dalam membentuk pemikiran dan agenda hidup seseorang. Orang mungkin sangat pandai dalam menjaga diri, tapi satu hal yang perlu ditegaskan bahwa manusia bukanlah kayu atau batu yang sama sekali tidak bisa terpengaruh oleh perbuatan, perkataan dan sifat orang lain yang ada di sekitarnya. Dan mungkin akan ada diantara kita yang menyangkalnya karena semua itu akan berpengaruh pada diri kita tanpa kita sadari. Jangan-jangan yang menyangkal itu tidak sadar telah terpengaruh.

Selanjutnya ciri yang kawan baik,
Jika engkau berbakti kepadanya, dia akan melindungi kamu
Jika engkau rapatkan persahabatan dengannya, dia akan membalas balik persahabatan kamu
Jika engkau memerlu pertolongan daripadanya, dia akan membantu kamu
Jika engkau menghulurkan sesuatu kebaikan kepadanya, dia akan menerimanya dengan baik
Jika dia mendapat sesuatu kebajikan (bantuan) daripada kamu, dia akan menghargai atau menyebut kebaikan kamu
Jika dia melihat sesuatu yang tidak baik daripada kamu, dia akan menutupnya
Jika engkau meminta bantuan daripadanya, dia akan mengusahakannya
Jika engkau berdiam diri (kerana malu hendak meminta), dia akan menanyakan kesusahan kamu
Jika datang sesuatu bencana menimpa dirimu, dia akan meringankan kesusahan kamu
Jika engkau berkata kepadanya, nescaya dia akan membenarkan kamu
Jika engkau merancangkan sesuatu, nescaya dia akan membantu kamu
Jika kamu berdua berselisih faham, nescaya dia lebih senang mengalah untuk menjaga kepentingan persahabatan
Dia membantumu menunaikan tanggungjawab serta melarang melakukan perkara buruk dan maksiat
Dia mendorongmu mencapai kejayaan di dunia dan akhirat

Dan 5 kelompok yang  manusia yang harus dihindari untuk bersahabat dengan mereka antara lain:
Hindari persahabatan dengan orang pendusta. Sebab dia ibarat fatamorgana yang menampakkan hal yang dekat seakan jauh dan hal yang jauh seakan dekat.
Jangan kau berkawan dengan orang pendosa sebab dia siap menjualmu dengan imbalan sesuap makanan atau lebih sedikit dari itu.
Jangan berkawan dengan orang yang kikir, sebab dia akan meninggalkanmu ketika engkau memerlukannya.
Jauhi persahabatan dengan orang yang bodoh sebab dia akan merugikan dirimu ketika berniat melakukan kebaikan untukmu.
Jauhilah pula orang yang memutuskan tali kekerabatan sebab didalam al-Qur’an telah mengutuknya.

Saya tidak pandai dalam hal menjabarkan sesuatu, setidaknya seperti inilah yang dapat saya jelaskan dari sumber pemikiran juga dari sumber yang lain, semoga bermanfaat.

Jika Damai, Tenang, dan Bahagia adalah Tujuanmu

|| || || Leave a komentar
Begitu banyaknya orang yang ingin bahagia, dan banyak juga yang salah menerjemahkan cara peroleh kebahagian. Padahal kunci bahagia itu dimulai dari diri sendiri “just accept it” mudah dan tidak perlu uang. Pada postingan kali ini saya ingin membagi beberapa tips untuk menghadirkan rasa tenang kebahagiaan yang cukup mudah. So langsung saja.

Satu, jangan ter-ikat. Lepaskan semua kemelekatanmu akan sebuah masalah. Lepaskan semuanya dan serahkan semua kepada yang Maha Memiliki dan Maha Perencana. Kita harus yakin bahwa masalah hanyalah amanah, bukan untuk diikatkan di jiwa kita, masalah adalah masalah, kita adalah kita. Kita harus Jujur bahwa masalah yang hadir adalah pantas untuk kita, hadir karena kita
banyak dosa yang perlu dibersihkan. Kita harus Mengamankan masalah ini, jangan sampai masalah ini tersebarluas ke lingkungan kita. Kita harus menjadi pribadi Terpercaya, yakni Percaya bahwa kita mampu menyelesaikan masalah ini dalam kekuatanNya. Kita pun harus Percaya bahwa Allah tidak mungkin salah mengirimkan masalah ini untuk kita. Kita harus mempercayakan sepenuhnya masalah kepada Allah sebab DIA lah yang Maha Memberikan Solusi.

Dua, berikan jeda. Rutinintas yang monoton dan kesibukan kita bisa jadi sumber carut marutnya mood kita. So berikan jeda sesekali untuk sejenak meninggalkan rutinitas tersebut, manjakan diri anda dengan hal-hal menyenangkan seperti mengobrol dengan atau sama pasangan mungkin. Dan jangan ungkit rutinitasmu di sela obrolan itu. Usahakan untuk sedikit sok acuh dengan pekerjaanmu itu. Salah satu contoh bahwa kita perlu mengakses jeda dalam kehidupan ini yaitu ketika kita mengangkat selembar kertas dengan posisi menggantung selama beberapa menit. Dan saya yakin anda akan menyerah karena kelelahan mengangkatnya. Kertas bisa jadi lebih berat dari batu seberat satu kilo jika kita terlalu lama memegangnya. Ada satu kalimat yang bagus ini sob..! BUKAN KARENA BERATNYA SESUATU itu. Tapi karena kita MEMEGANG SESUATU itu TERLALU LAMA. So berikan jeda ya, toh jeda tidak akan memisahkannya tapi menghubungkannya. Tidak percaya? Seandainya tulisan ini tanpa jeda gimana, apa masih terlihat nyambung postingan ini?

Tiga, memaafkanlah masalalumu. Mema’afkan memang tidak mengubah masa lalu, tapi mema’afkan, akan memperindah kehidupan kita di hari ini dan di hari esok. Postingan tentang memaafkan sudah saya bahas pada postingan saya sebelumnya. Semoga bisa membantu.

Empat, jangan pernah menahan. Untuk yang keempat ini perlu kita waspadai. Karena kita sering tidak sadar telah menahan sesuatu hingga begitu lama rasa itu ada pada diri kita. Contoh seringkali kita marah kepada seseorang yang justru orang itu tidak tahu menahu tentang masalah kita. Biasanya ini karena kita sering menahan jengkel terhadap seseorang dan rasa itu meledak saat kita bersama orang lain. Segala yang ditahan pasti akan berusaha untuk keluar dan itu pasti. Bukankan ini akan memperlebar masallah? Lepaskanlah dengan memaafkan dan cara-cara sebelumnya.

Berhubung waktu sudah hampir menuju tengah malam, saya rasa cukup ini dulu tips dari saya kali lain kita sambung lagi. Yang jelas apa adanya saja, jangan muluk-muluk dan just accept itmaka kebahagian akan menghampirimu.

Renunganku (Tentang IBU)

|| || || Leave a komentar


14/04/13
Pagi ini “ibu” kata yang sangat singkat itu telah mampu buatku merinding. Dan “ibu” juga yang memenuhi pagiku, membuat semangatku tak berdaya untuk lebih eksis memenuhi hariku. Bagaimana kabarmu ibu? Anakmu disini menunggumu, menantimu kembali berkumpul dengan kami? Kurang tau tepatnya engkau pulang menemui kami, sebulan yg lalu sempat kaget juga bahwa engkau memutuskan untuk tidak kembali menggunakan waktu cutimu. Aku yakin alasan ituu karena kami, dan kami memaklumi semua. 

Menyedihkan ketika waktu kebersamaanmu dengan seseorang yang telah melahirkanmu sangat terbatas bahkan hampir tidak ada. Ahh..begitu bodohnya, logikanya ketika engkau begitu menyayangi orang tua (ibu), bukan lebih suka bermalas-malas dengannya dirumah. Bergegaslah dalam ikhtiarmu untuk beliau. Kerinduan memang menyakitkan tapi akan lebih menyakitkan jika kita tidak segera memberikan yang terbaik kepadanya. Tunjukkan semangatmu bukan ketidak berdayaanmu karena jauh darinya. Takaran rinduku jauh lebih besar dari asaku untuknya tapi usaha kecil untuknya akan sangat lebih berarti baginya. Jangan tunjukan ketidak berdayaanmu tapi tunjukan semangatmu karenanya, kehidupannya begitu sulit,  so ringankanlah dengan semnangatmu. Jangan buat doanya menjadi sia-sia. Tidakkah pernah berfikir ia lebih tersiksa ketika kita bermalas-malasan? 

Berfikirlah..
Bagaimana rasanya terluka dibalik senyum manisnya..?
Bagaimana rasanya lelah dibalik ketegarannya..?
Apa yang ia pikirkan..
yang begitu berat yang tersirat diwajahnya..
sedangkan yang kita tau, ia hanya menyiapkan..
makanan kecil saat kita lapar..
Bahkan kita tidak pernah sanggup untuk menyamai setiap ketegarannya menghadapi kita yang begitu malas ini.

Hikmah Sebuah Pertemuan

|| || || 2 komentar

Dimulai dari perkenalan dengan seorang wanita melalui sebuah situs jejaring sosial yang populer saat ini. Meskipun sebelumnya belum pernah melihat dalam dunia nyata jujur saja waktu itu saya merasa cocok dengannya. Seorang perawat dengan wajah yang tidak bisa dibilang kurang.

Awal pertemuan dialah yang mengatur, tak pelak begitu banyak tanda tanya muncul dipikiranku. Maklum karena ternyata dia adalah teman kencan kawan seprofesi saya dikantor. Perkenalan terus berlanjut karena kesamaan hoby menonton film, kita jadi saling bertukar film. Kita tidak selalu berdua bertemu, pasti ada orang ketiga meskipun hanya teman sanya sekantor yang sama-sama tinggal satu kontrakan.

Diperjalanan perkenalanku tidak jarang muncul pertanyaan kenapa Allah mempertemukanku kepadanya. Karena sesuatu hal dan “saya yakin tidak pernah ada yang kebetulan”. Allah SWT ingin menunjukkan perempuan seperti apa yang tidak cocok buatku. Ya, lebih tepat seperti itu. Hari ini, malam ini Allah telah membukakan mataku lebar-lebar bahwa ia tidaklah pantas buatku. Ternyata dialah orang yang rela mencintai pria non muslim. Kenapa saya mempermasalahkan ini?

Mencintai seorang orang kafir (non muslim) karena agamanya atau karena dia membenci Islam merupakan bentuk cinta kepada kekafiran. Dan “Budak mukminah itu lebih baik daripada wanita merdeka nonmuslim, meskipun dia membuatmu terpesona.” (QS. Al-Baqarah:221)

Karena prinsip hubungan muslim dengan orang lain telah dijelaskan Allah Swt dalam Al Qur’an dan melalui UtusanNya nabi Muhammad Saw, dimana harus terjalin atas dasar nilai persamaan, toleransi, keadilan, kemerdekaan, dan persaudaraan kemanusiaan (al-ikhwah al-insaniyah). Nilai-nilai Qur’ani inilah yang direkomendasikan Islam sebagai landasan utama bagi hubungan kemanusiaan yang berlatar belakang perbedaan ras, suku bangsa, agama, bahasa dan budaya.

Karena nilai-nilai Qur’ani diatas terkait dengan hubungan muslim dengan non muslim, tentu timbul pertanyaan apa yang dimaksud dengan ‘non muslim’ dalam pandangan Islam.

Pengertian Non-muslim sangat sederhana, yaitu orang yang tidak menganut agama Islam. Tentu  saja maksudnya tidak mengarah pada suatu kelompok agama saja, tapi akan mencakup sejumlah agama dengan segala bentuk kepercayaan dan variasi ritualnya. Al Qur’an menyebutkan kelompok non muslim ini secara umum spt terdapat dalam surat Al-Hajj, ayat 17 yang artinya:
“Sesungguhnya orang-orang yang beriman, orang-orang Yahudi, orang-orang Shaabi-iin, orang-orang Nasrani, orang-orang Majusi dan orang-orang musyrik, Allah akan memberi Keputusan di antara mereka pada hari kiamat. Sesungguhnya Allah menyaksikan segala sesuatu”.
 dan surat al-Jasiyah, ayat 24 yang juga artinya sbb:
Dan mereka berkata: "Kehidupan Ini tidak lain hanyalah kehidupan di dunia saja, kita mati dan kita hidup dan tidak ada yang akan membinasakan kita selain masa", dan mereka sekali-kali tidak mempunyai pengetahuan tentang itu, mereka tidak lain hanyalah menduga-duga saja.
Dalam ayat Al Qur’an tadi terdapat lima kelompok yang dikategorikan sebagai non muslim, yaitu ash-Shabi’ah atau ash-Shabiin, al-Majus, al-Musyrikun, al-Dahriyah atau al-Dahriyun dan Ahli Kitab. Masing-masing kelompok secara ringkas dapat dijelaskan sebagai berikut:
Pertama Ash-Shabi’ah, yaitu kelompok yang mempercayai pengaruh planet terhadap alam semesta.
Kedua Al-Majus, adalah para penyembah api yang mempercayai bahwa jagat raya dikontrol oleh dua sosok Tuhan, yaitu Tuhan Cahaya dan Tuhan Gelap yang masing-masingnya bergerak kepada yang baik dan yang jahat, yang bahagia dan yang celaka dan seterusnya.
Ketiga Al-Musyrikun, kelompok yang mengakui ketuhanan Allah Swt, tapi  dalam ritual mempersekutukannya dengan yang lain spt penyembahan berhala, matahari dan malaikat.
Keempat yang disebut Al-Dahriyah, kelompok ini selain tidak mengakui bahwa dalam Alam semesta ini ada yang mengaturnya, juga menolak adanya Tuhan Pencipta. Menurut mereka alam ini eksis dengan sendirinya. Kelompok ini agaknya identik dengan kaum atheis masa kini.
Kelima Ahli Kitab. Dalam hal ini terdapat dua pendapat ulama. Pertama, mazhabi Hanafi berpendapat bahwa yang termasuk Ahli Kitab adalah orang yang menganut salah satu agama Samawi yang mempunyai kitab suci spt Taurat, Injil , Suhuf, Zabur dan lainnya. Tapi menurut Imam Syafii dan Hanbali, pengertian Ahli Kitab terbatas pada kaum Yahudi dan Nasrani. Kelompok non muslim ini disebut juga dengan Ahli Zimmah, yaitu komunitas Yahudi atau Nasrani yang berdomisili di wilayah umat Islam dan mendapat perlindungan pemerintah muslim.
Kembali pada pokok cerita ini bahwa mencintai seorang non muslim adalah sama dengan mencintai apa yang ada padanya, orang yang kita cintai tersebut. Lalu bagaimana dengan aqidah? Otomatis kita juga menncintai aqidahnya sebagai sesuatu yang melekat pada dirinya. Dan dapat juga membatalkan sahadattain. Ada batas-batasan dalam berhubungan dengan non muslim, kita boleh berkerjasama dalam bisnis/jual-beli tapi tidak dalam soal cinta. Namun sekali lagi sepertinya efek kampanye pluralisme menjadikan anak muda jaman sekarang menganggap mencintai seseorang non muslim adalah wajar, dengan dalih cinta itu suci, wajar, dan tidak bisa disalahkan.
Cinta tidak pernah salah dan tidak akan pernah salah. Kebanyakan orang susah untuk melihat ke dalam diri masing-mmasing. Lalu siapa yang bisa disalahkan, kita? Ya, kitalah yang perlu disalahkan karena memiliki perasaan cinta yang salah itu. Sulit memang bagi kita manusia untuk mengakui kesalahan. Inilah kenyataannya, lalu kenapa kita marah jika diperintahkan untuk memohon ampunan kepadaNya?
Perdebatan malam ini (18/9/12) semakin mengokohkan sikapku untuk menjauhinya karena aku telah mencintainya sebagai orang yang bukan hak saya dan telah mencintai wanita yang kurang dalam agamnya. Astagfirullah, semoga Allah mengampuni dosa-dosa saya.
Alhamdulillah Allah SWT telah menunjukkannya kepadaku, mungkin akan terlalu banyak masalah atau konflik jika kita terus bersama karena sama muslim tapi beda keyakinan.
Masih ku ingat kata yang ia ucapkan padaku “aku tidak merasa ternoda, jadi cukup. Terimaksih”. Haii.. kamu telah mencintai non muslim dan tidak merasa bersalah? Itu hak anda, dan kewajibanku telah gugur bersama dengan ajakanku untuk meninggalkan dan memohon ampunlah kepadaNya.
Ya Allah, aku lepaskan rasa sayang ini dari ku, maka lepaskanlah rasa sayang yang tak layak ini dariku, aku adalah aku, dia adalah dia, aku adalah aku, rasa sayang kepadanya bukanlah aku. Aku adalah hamba yang hanya bergantung padaMu dan berharap kasih sayang Mu.
Ya Allah, aku serahkan urusan hati ini sepenuhnya kepadaMu, maka serahkanlah ketetapanMu yang terbaik kepadaku...dan sayangilah aku dalam peluk kasih sayangMu...
Aamiin.
Akan ku lupakan engkau mulai hari ini, meski susah tapi saya mengikhlaskan kesusahan dalam melupakan ini. Allah sebaik-baik pembuat rencana. Dan akhirnya saya lebih bisa memaknai bahwa “keajaiban tidak identik pada terkabulnya semua keinginan”. Inginku tidak terlaksana, dan inilah rencana besar dibalik sebaik-baik rencanaNya. Ia ingin menjelaskan kepadaku Hubungan antar Non-muslim. Sahabat fillah mohon maaf, tulisan ini banyak cacatnya, banyak salah pemakaian kata. Namun, saya berharap semoga bisa dijadikan pelajaran bagi kita semua. Sebaik-baik cinta adalah yang Allah Ridhoi. Barakallah

Curcol 19/9/12