Tampilkan postingan dengan label Cinta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cinta. Tampilkan semua postingan

Pria Lebih Menderita Ketika Putus Cinta

|| || , || Leave a komentar

Siapa bilang pria tak bisa terkena virus patah hati. Mereka juga bisa merasakan hal yang sama dengan kita. Belum saja seminggu putus cinta, si dia sudah tampak dekat dengan perempuan lain. Seakan tak pernah merasakan patah hati, dia malah asyik bermain dengan teman-temannya. Sedangkan Anda memilih untuk menyendiri dan meratapi hubungan yang telah kandas. Istilah " player" pun Anda masukkan sebagai nama panjang semua pria.

Jangan terburu-buru memberi label pria tak punya hati. Ternyata mereka juga merasakan hal yang sama dengan kita, hanya caranya yang berbeda. Bahkan lebih dalam. Memilih diam Tak seperti wanita yang spontan dan lebih terbuka mengungkapkan isi hatinya saat putus cinta, pria cenderung diam. Namun, ada sesuatu di balik aksi diamnya. Ini yang mereka rasakan ketika patah hati.

Kesepian
Sifat tertutup pria membuat mereka hanya bisa membagi perasaan dengan orang terdekat dan kebanyakan adalah kekasihnya. Nah, saat putus cinta, mereka biasanya lebih merasa kesepian karena tak ada lagi teman untuk berbagi. Bahkan lebih kesepian dibandingkan Anda.

Memendam perasaan
Istilah pria adalah makhluk jantan dan kuat menjadikan mereka memiliki kekuatan lebih untuk menyimpan rasa sakit hatinya walau cukup menyakitkan. Mereka akan menjalankan aktivitas seperti biasa, tanpa menunjukkan raut wajah sedih atau kecewa. Begitu pun saat sedang menghadapi masalah, pria lebih memilih menyelesaikannya sendiri atau dengan orang yang paling ia percaya.

Menangis diam-diam
Jangan salah, ternyata si dia juga menangis saat hubungannya dengan Anda putus. Tak ada satu orang pun yang tahu karena ia lebih memilih menangis diam-diam. Tak ingin dicap sebagai pria lemah membuat kaum Mars ini tak pernah menunjukkan sensitivitasnya di depan orang banyak. Berbeda dengan perempuan yang bisa curhat dengan siapa saja dan di mana saja.

Sulit melupakan
Si dia memang cepat berkenalan dan jalan dengan perempuan lain walau baru seminggu putus, tetapi tidak untuk melupakan Anda. Dia akan lebih susah lagi melupakan jika dulu Anda benar-benar bisa membuatnya nyaman.

(CHIC/Ayunda Pininta Kasih)
Editor: Wardah Fajri
Sumber: http://www.chicmagz.com

Dongeng

|| || ,,, || Leave a komentar

Ini cerita masa lalu, di sautu tempat hiduplah seorang lelaki yang sibuk membangun masa depan yang elok untuk keluarganya kelak. Panggil saja lelaki ini Fulan. Tiada hari tanpa berusaha sepenuh hatinya memperbaiki diri dan berharap dipertemukan dengan pasangan yang baik, wanita yang sejalan dalam sikap dan tiap tutur katanya. Wanita yang melembutkan suaranya dihadapan suaminya, takdim terhadap perintah baik pasangannya dan mau membaik bersama hingga kematian memisahkan.

Cuaca saat itu cerah, tidak seperti biasa daerah dengan curah hujan tinggi, matahari begitu teriknya. Melangkah gontai fulan menyusuri tiap sudut perjalanan kehidupanya. Terkadang sejenak ia menepikan dirinya dari hiruk pikuk fatamorgananya kehidupan era modern saat itu. Sesekali mengadu, kepada empunya hidup. Mengutaran maksud baiknya agar dipertemukan dengan seseorang yang paham kondisi dan dapat menjawab tiap problem yang ia temui.

Suatu ketika dalam perjalanya ia dipertemukan dengan seorang kakek tua. Kakek tua bijaksana yang sangat paham tentang keluh kesah Fulan. Doanya terkabul, mungkin saja orang ini diutus olehNya untuk mengurai segala gundah dihatinya.

Masalah apa yang kamu hadapi “nang”, wajahmu begitu kusut seperti belum disetrika saja? “tanya kakek tua dengan nada menyindir”. Tersenyum saja fulan mendengar pertanyaan kakek tua tadi. Sepertinya ada masalah rumit yang ingin engkau perjelas, “katanya kembali”. Dalam fikirnya  masih ragu untuk menanyakan keluh kesahnya kepadanya. Maksud hati ingin menyelesaikan keruetan yang ada dibenak, nanti malah hanya buang cerita percuma, “bisik fulan dalam hati. “Ngene nang wong sing apik kui sejalan karo omangane ora ceplas ceplos tanpo tedeng aling aling ngomong tanpo dipikir. Pepatah jowo ngomong jatining diri gumantung ono ing lathi”. (Begini nang orang yang baik itu sejalan dengan apa yang ia ucapkan tidak ceplas ceplos tanpa batasan berbicara tanpa dipikir. Pepatah jawa mengatakan isinya diri bisa dilihat dari apa yang ia ucapkan). Fulan terkejut, ternyata kakek tua itu tau apa yang ada di pikirannya saat itu.

Beberapa hari yang lalu sebelum pertemuan dengan kakek tua ini banyak orang menjelaskan padanya bahwa kita tidak bisa menilai seseorang hanya dengan apa yang diucapkannya tapi juga harus melihat dari perilaku kehidupan untuk dirinya sendiri maupun orang lain. Ia masih ragu, tidak bisa dipungkiri bahwa itu juga benar adanya. Namun, apa daya yang berkata seperti itu juga bukan manusia sempurna. Terkadang kita sendiri begitu terobsesi bahwa apa yang kita yakini adalah benar dan menutup kemungkian lain untuk pencerahan, menemukan hal yang benar benar benar.

Ngalim, sok agamis, sok mengerti agama lalu melakukan perbuatan buruk itu wajar nang. Dia bukan alim, agamis dan mengerti agama mulane dadi koyo mangkono. Uwong sik alim (akeh ilmune), agamis lan ngerti tentang agomo iki mesti dalanne lurus. Sanajan kepleset iku manusiawi, wanito kui cobaan paling abot kanggo wong lanang seko jamanne nabi tekan sak iki. Mulane bentengi awakmu karo se jenenge fitnah wong wadon. (ngalim, sok agamis, sok mengerti agama lalu melakukan perbuatan buruk itu wajar nang. Dia bukan alim, agamis dan mengerti agama karena itu jadi seperti itu. Orang yang alim, agamis dan mengerti agama itu pasti jalannya lurus. Meskipun terpeleset itu manusiawi, wanita itu cobaan terberat untuk lelaki dari jaman nabi hingga sekarang. Karena itu bentengi dirimu dari yang namanya fitnah wanita). Wanita cerdas itu yang berperilaku dan bertutur kata yang baik. Karena itu ia tahu mana yang terbaik untuk dirinya dan orang lain. Jadi jika perilaku dan tutur katanya jelek, berarti ora cerdas. Yang lemah mata dan hatinya itu yang tutur kata dan perilakunya jelek. Karena apa? Dia bisa menilai orang lain, tapi tidak bisa menilai diri sendiri. Pesenku karo wong sing mengkono iku, perlu tak silihi koco? Dengan takdim fulan mendengarkan tiap detil apa yang disampaikan kakek tua ini. Seperti dukun saja kakek ini, belum sempat aku bertanya sudah menjelaskan panjang lebar apa yang ingin aku tanyakan,” bisik fulan dalam hati.

Tak terasa waktu itu telah berlalu begitu cepat, burung kembali kesarang. Langit kuning keemasan menggantung diufuk barat. Suasana indah menutup segala kegudahan yang ia rasakan saat itu. Semua tanya terjawab sudah. Dengan santun fulan mengucapkan banyak-banyak terimakasih, menatap detil lekuk garis wajah yang ada di hadapannya dan berpamit untuk melanjutkan perjalanannya.

Sekian.

NB: Nang adalah kata ganti yang biasa diucapkan untuk menyebut anak laki-laki dalam bahasa jawa.

Cinta (tidak) Harus Memiliki

|| || ,, || 3 komentar
Motivasi siang? Bukan, ini malam guys. Kali ini saya mengajak anda untuk berdiskusi logika. Pemikiran yang sering digunakan oleh pria. Gue pria apa bukan? Bukan, aku laki-laki yang akan menjadi pria 2 tahun yang akan datang dengan menyunting seorang wanita. huahahaha.. Ok deh, tidak ada motivasi siang untuk hari ini. Yuk caoo..

Ini tentang pandanganku, siapapun boleh tidak menyutujuinya atau sepakat dengan pemikiranku. Ini tentang cinta yang kata orang cemburu adalah bukti bahwa cinta harus memiliki. Dan kali ini saya sepakat dengan pemikiran itu. Ok, boleh kalian menyangkal. Tapi tahan dulu, dan sempatkan untuk terus membaca tulisan ini hingga selesai. Sayang jika hanya karena kalian tidak setuju lantas menghakimi saya bahwa saya ini kolot dan tidak mempunyai pandangan yang sama terhadap anda terus menghentikan untuk menyempatkan membuka pemahan baru bersama.

Terlebih dulu apa cinta dan sayang itu berbeda? Jika tidak bisa menjelaskan keduanya jangan pernah mengatakan itu berbeda itu aturannya. Kita tidak mungkin mengatakan sesuatu itu berbeda tanpa ada perbandingan. Dan untuk membandingkan kita perlu perbedaan, betul? Dan sekali lagi perbedaan yang membuat tulisan ini hadir. Ok cukup basa basinya. “cinta tidak harus memiliki atau cinta harus memiliki?” tulisan ini tentang perbedaan. Jadi akan menjadi benar adanya jika kita mempunyai perbedaan pemahaman, jika saya berpendapat bahwa cinta harus memiliki anda boleh mengatakan bahwa cinta tidak harus memiliki. Lalu..

    Cinta harus memiliki” karena itu cemburu itu hadir. Terlihat munafik bukan?

    Apa yang anda cintai jika tidak pernah menginginkannya? Bayangnya?

    Apa yang anda cintai bila anda tidak memilikinya? Kenangannya?

    Apa yang buat anda bahagia ketika ia lebih memilih orang lain yang ia cintai?

Anda lebih mencintai untuk membohongi diri sendiri ketimbang membuat ia bahagia dengan tanganmu sendiri di sampingnya, apa anda tidak sanggup melakukannya?
 
Aku yakin anda dan juga kita mampu untuk melakukannya, lalu kenapa menyangkal bahwa cinta tidak harus memiliki?

Kita itu munafik, dalam cinta juga begitu. Kita bilang: aku bahagia engkau bersama orang lain, aku rela melepasmu agar engkau bahagia, aku ikut tersenyum jika engkau bahagia dengan orang yang engkau cintai. Jujurlah, anda sangat menginginkan posisi orang yang ia cintai. Jika Tuhan menyuruhmu bertukar posisi, saya yakin dengan senang hati engkau akan melakukannya. Bukankah itu sebuah bukti cinta harus memiliki?

Datang dengan perbedaan, dan begitu juga berakhir karena perbedaan. Smile :)

Open your Heart

|| || , || Leave a komentar
Banyak orang bilang, cinta begitu sulit ditebak. Ia bagaikan burung yang menari-nari disekeliling kita, mengepakkan  sayapnya yang penuh warna, memikat dan menarik hati kita untuk menangkapnya. Saat kita begitu menginginkan cinta dalam genggaman, ia terbang menjauh. Namun saat kita pun tidak bisa memaksakan cinta sekehendak kita. Memang, cinta adalah fenomena hati yang sulit dimengerti

Sebenaynya kita tidak perlu memeras otak terlalu keras untuk mengerti cinta. Bahkan semakin keras kita memikirkan cinta, maka semakin lelah pula kita. Cinta adalah untuk dirasakan bukan dipikirkan. Yakinlah bahwa cinta yang kita inginkan akan datang pada saat yang teapat. Namun, bukan berarti kita hanya duduk menanti cinta.

Sebarkanlah cinta, pada keluarga, sahabat-sahabat kita, dan sesama. Dengan memberikan cinta, maka kita telah ‘mengundang’ cinta untuk datang. Kita hanya perlu membuka hati. Biarkan kecantikan hati kita memancar, mempesona cinta-cinta yang terbang disekeliling kita untuk akhirnya hinggap bersemayam di hati kita selamanya. Open your heart, then it will find own way..