Cinta (tidak) Harus Memiliki

|| || ,, || 3 comments
Motivasi siang? Bukan, ini malam guys. Kali ini saya mengajak anda untuk berdiskusi logika. Pemikiran yang sering digunakan oleh pria. Gue pria apa bukan? Bukan, aku laki-laki yang akan menjadi pria 2 tahun yang akan datang dengan menyunting seorang wanita. huahahaha.. Ok deh, tidak ada motivasi siang untuk hari ini. Yuk caoo..

Ini tentang pandanganku, siapapun boleh tidak menyutujuinya atau sepakat dengan pemikiranku. Ini tentang cinta yang kata orang cemburu adalah bukti bahwa cinta harus memiliki. Dan kali ini saya sepakat dengan pemikiran itu. Ok, boleh kalian menyangkal. Tapi tahan dulu, dan sempatkan untuk terus membaca tulisan ini hingga selesai. Sayang jika hanya karena kalian tidak setuju lantas menghakimi saya bahwa saya ini kolot dan tidak mempunyai pandangan yang sama terhadap anda terus menghentikan untuk menyempatkan membuka pemahan baru bersama.

Terlebih dulu apa cinta dan sayang itu berbeda? Jika tidak bisa menjelaskan keduanya jangan pernah mengatakan itu berbeda itu aturannya. Kita tidak mungkin mengatakan sesuatu itu berbeda tanpa ada perbandingan. Dan untuk membandingkan kita perlu perbedaan, betul? Dan sekali lagi perbedaan yang membuat tulisan ini hadir. Ok cukup basa basinya. “cinta tidak harus memiliki atau cinta harus memiliki?” tulisan ini tentang perbedaan. Jadi akan menjadi benar adanya jika kita mempunyai perbedaan pemahaman, jika saya berpendapat bahwa cinta harus memiliki anda boleh mengatakan bahwa cinta tidak harus memiliki. Lalu..

    Cinta harus memiliki” karena itu cemburu itu hadir. Terlihat munafik bukan?

    Apa yang anda cintai jika tidak pernah menginginkannya? Bayangnya?

    Apa yang anda cintai bila anda tidak memilikinya? Kenangannya?

    Apa yang buat anda bahagia ketika ia lebih memilih orang lain yang ia cintai?

Anda lebih mencintai untuk membohongi diri sendiri ketimbang membuat ia bahagia dengan tanganmu sendiri di sampingnya, apa anda tidak sanggup melakukannya?
 
Aku yakin anda dan juga kita mampu untuk melakukannya, lalu kenapa menyangkal bahwa cinta tidak harus memiliki?

Kita itu munafik, dalam cinta juga begitu. Kita bilang: aku bahagia engkau bersama orang lain, aku rela melepasmu agar engkau bahagia, aku ikut tersenyum jika engkau bahagia dengan orang yang engkau cintai. Jujurlah, anda sangat menginginkan posisi orang yang ia cintai. Jika Tuhan menyuruhmu bertukar posisi, saya yakin dengan senang hati engkau akan melakukannya. Bukankah itu sebuah bukti cinta harus memiliki?

Datang dengan perbedaan, dan begitu juga berakhir karena perbedaan. Smile :)
/[ 3 comments Untuk Artikel Cinta (tidak) Harus Memiliki]\
Nana said...

cinta tak harus memiliki? mungkin benar buat orang yg tak memiliki rasa cinta. meski sejatinya rasa kepemilikan itu fitrah manusia (tak melulu dalam masalah cinta) tapi pada saat tertentu ikhlas adalah sikap yg harus diterima jika tak bisa bersama.
memiliki dengan kerelaan (ikhlas) atau memiliki dengan paksaan, itu yg menjadi pilihan..
maaf jika komennya OOT..
berbeda itu biasa, namun menerima perbedaan dengan lapang dada, itu baru luar biasa, dan memang..tidak mudah.

quote:"tidak bisa bersama dengan yg dicintai jelas meyakitkan tapi melihat orang yg dicintai tidak bahagia, itu jauh lebih menyakitkan"

@must_toha said...

he2..ini tentang perbedaan. jadi akan menjadi benar adanya jika kita mempunyai perbedaan pemahaman, jika saya berpendapat bahwa cinta harus memiliki pembaca boleh mengatakan bahwa cinta tidak harus memiliki.. iya kan?

lagi belajar nulis nih.iya, namanya juga amatir. masih labih juga menentukan tema yg cocok buat blog ini masih melulu tentang curhtan yang sehrusnya tidak perlu diumbar

Nana said...

benar... ada hak penulis dan ada hak pembaca menilai.
sama sj, penulis dalam proses belajar..pembaca juga sedang belajar mengomentari dengan cara yg benar. deal! :)
makasih.

Post a Comment